Rumah-rumah tradisional Sumatra yang unik penuh makna

Mari tahu tentang Sumatra! Selain bisa menikmati panorama, Anda juga akan dikejutkan dengan wisata budaya, salah satunya adalah melalui rumah tradisional.
Dari Aceh ke Lampung, Sumatra hadir dengan barisan rumah-rumah tradisional yang unik dan terarah. Bahkan, beberapa dari mereka memiliki sejarah yang belum sepenuhnya dihentikan.
Sekarang, sebagai referensi untuk liburan Anda, Peggygi membuat rekomendasi tentang lima rumah tradisional unik dan signifikan yang dapat Anda kunjungi. Hei, ayolah!
Roma Polon, Sumatera Utara
Jika Anda bermain dengan Danau Toba, Anda pasti akan menemukan barisan di sekitar Baulogan. Ya, Bolon adalah rumah tradisional bagi pembaca dan juga simbol status sosial masyarakat Tabanoli. Rumah tradisional Patac memiliki dua bangunan utama, Roma (tempat tinggal) dan Sopo (lumbung padi). Kedua wajah mereka terpisah satu sama lain oleh pengadilan besar yang berfungsi sebagai tempat kegiatan warga negara mereka. Rumah terbuka tradisional persegi panjang ini memiliki ruang terbuka tanpa ruang atau layar terpisah. Yang membuatnya unik adalah hiasan di bingkai pintu masuk, seperti pada patung telur dan panah. Sabuk dinding sudut yang terbuat dari jagung atau rotan membentuk pola mirip kadal.
Rama Gadang, Sumatera Barat
Sebagai simbol Sumatera Barat, Ruma Gadang adalah daya tarik tersendiri. Ini menjadi sangat populer. Ramah Gadang muncul di belakang 100 koin rupee yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada akhir tahun 1970. Ruma Gadang berbentuk persegi panjang tanpa simetri, desain eksklusif untuk bangunan. Terkesan dengan lengkungan, bagian luar bangunan sedikit miring ke luar. Ruma Gadang dibangun sesuai dengan ketentuan tradisional yang mengikuti sistem ibu. Di sinilah orang tua datang sehingga wanita memiliki tingkat kehidupan tertinggi.
Bandha Achhe Krung Badi
Aceh juga termasuk rumah tradisional yang unik, Krong Bade. Juga dikenal sebagai Ramoh Ash, Krong Bade memiliki ruangan yang seperti rumah teater. Biasanya, ruang bawah rumah ini digunakan untuk menyimpan makanan. Selain itu, ada juga klasifikasi untuk perempuan sebagai tempat kegiatan, misalnya menenun abu tertentu. Rumah tradisional ini terbuat dari kayu, yang termasuk daun sagu atau daun kain, selain atapnya. Untuk lantai, Romoh Ace menggunakan bahan bambu. Ada juga tangga di depan rumah Krong Bade. Secara eksklusif, tangga di seluruh rumah ini aneh. Ini menunjukkan sifat religius dan religius orang.
Ruma Limas, Palambang
Ruma Limas adalah rumah khas di Sumatra selatan. Dengan namanya, rumah ini jelas dalam bentuk piramida. rumah adat , lantai dan pintu yang tidak menggunakan kayu atau kayu bakar. Sementara tiang rumah menggunakan campuran kayu dan semen Tembesu, mereka sangat tahan air dan tahan lama. Nilai-nilai budaya Palembang yang tampaknya benar-benar diukir pada pintu dan dinding. Kebiasaan tebal ini berada di belakang pembangunan rumah Limas. Tingkat rumah ini terdiri dari 3 (tiga) tingkat, yang disebut kuburan. Ini melambangkan standar hidup masyarakat, yaitu usia, jenis kelamin, bakat, posisi dan reputasi. Level di sebelah Casa Limas menunjukkan garis keturunan atau lokasi seseorang, kigus, paket, masagus. Kemudian, kelas atas pertama, didedikasikan untuk Raidens.
CSAT Baru, Lampung
Personil Lampung harus terbiasa dengan Nuvo Cesat. Rumah tradisional Lampung ini biasanya berfungsi sebagai tempat pertemuan dan diskusi. Untuk alasan ini, Nuwo Sesat juga dikenal sebagai Balai Agung Bidat Besar. Nuwo Sesat mencakup banyak bagian bangunan, seperti tangga masuk seperti Isen Geladak, paviliun yang digunakan untuk pertemuan kecil, pra-pengeluaran untuk kegiatan komunikasi formal, di Ruang Porto, ruang untuk menyimpan alat musik tradisional. Di luar, Nuwo Sesat dipandang sebagai rumah panggung. Ini memanifestasikan dirinya sebagai rumah yang dibangun di atas pilar karena kondisi geologis di wilayah rawan gempa di Lampung, sehingga desain arsitekturnya harus seismik.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*